
Lubuklinggau — Forum Koordinasi Majelis Taklim (FKMT) Kecamatan Lubuklinggau Barat I sukses menggelar Seminar Pendidikan bertema “Ibu Hebat Melindungi Keluarga: Cegah Kekerasan & Selamatkan Anak dari Pergaulan Bebas” pada Jumat, 05 Desember 2025 bertempat di Masjid Taqwa Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 jamaah Majelis Taklim dari berbagai kelurahan yang datang dengan penuh antusiasme untuk menimba ilmu dan memperkuat peran sebagai ibu dalam keluarga.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya FKMT untuk menjawab tantangan zaman, di mana kekerasan terhadap anak, pergaulan bebas, hingga pengaruh buruk media digital kian mengkhawatirkan. Para ibu yang hadir pun menyambut positif tema seminar karena selaras dengan kondisi sosial yang sedang dihadapi dalam kehidupan keluarga masa kini.

Acara dipandu oleh MC Jannatun Aini, M.Pd, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Lubuklinggau Barat I yang sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Asosiasi Kemajuan Anak Negeri (AKAN). Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol semangat kebersamaan dan kesiapan untuk mengikuti seminar hingga tuntas.
Dalam sambutannya, Ketua FKMT Lubuklinggau Barat I, Hj. Sumarniati, S.Pd., memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya penguatan peran ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Di dalam pelukan dan didikan seorang ibu, arah masa depan keluarga ditentukan. Maka mari kita menjadi ibu hebat yang tidak hanya salihah dalam ibadah, tetapi juga cerdas dalam menjaga dan membimbing anak-anak dari berbagai ancaman zaman,” ujarnya penuh haru dan motivatif.
Sementara itu, Kepala KUA Lubuklinggau Barat I, Suriadi, S.H.I., M.H., menyampaikan keprihatinan mendalam terkait meningkatnya kasus pernikahan dini yang terjadi di wilayahnya.
“Data menunjukkan bahwa Lubuklinggau Barat I menjadi kecamatan dengan angka pernikahan dini tertinggi di Kota Lubuklinggau. Salah satu penyebabnya adalah pergaulan bebas yang tidak terkontrol. Kami membutuhkan dukungan para ibu sebagai garda terdepan keluarga untuk menekan masalah ini,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi seluruh pihak — orang tua, sekolah, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat — harus diperkuat agar generasi muda terselamatkan dari risiko serius tersebut.
Seminar menghadirkan tiga narasumber dari Komunitas Asosiasi Kemajuan Anak Negeri (AKAN), yaitu:
- Saddam Husin, S.Pd., Gr. — Wakil Ketua AKAN membahas tentang Pencegahan kekerasan pada anak di lingkungan sekolah dan rumah
- Hj. Agustin Diastuti, M.Kep. — Anggota AKAN membahas Masalah psikososial remaja di era digital: kecanduan gadget, game, hingga pornografi
- Fathul Mundhari, S.Pd., Gr. — Ketua AKAN memaparkan tentang Pentingnya komunikasi aktif, pengawasan dan peran orang tua dalam pencegahan pergaulan bebas
Pada penghujung kegiatan, peserta menyampaikan kesan positif. Banyak di antara mereka mengaku mendapatkan wawasan baru dan solusi bagi masalah anak yang selama ini sulit ditangani.
“Selama ini kami belum banyak mengetahui masalah anak dari sisi psikologi dan digital. Setelah mendengar materi para pemateri, kami jadi lebih paham bagaimana harus bertindak sebagai orang tua,” ujar salah satu peserta dengan antusias.

Acara semakin hidup ketika doorprize dibagikan kepada peserta yang aktif bertanya maupun berpartisipasi selama sesi diskusi berlangsung. Sorak gembira dan tawa penuh energi menutup momen kebersamaan yang sarat manfaat.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadz Rate Hiro Samanan, S.Ag., Penyuluh Agama Islam Kecamatan Lubuklinggau Barat I, yang berharap ilmu yang didapat menjadi keberkahan, serta menjadi bekal para ibu untuk menjaga keluarga tetap berada dalam lindungan Allah SWT.
FKMT dan AKAN menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif bagi masyarakat, sebagai bentuk ikhtiar menyelamatkan generasi bangsa dan memperkokoh ketahanan keluarga muslim di era modern.

