
KAYUARA, 20 Januari 2026 – Dalam upaya memperkuat peran orang tua dalam mendidik anak di tengah tantangan zaman dan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat, Majelis Taklim Al-Fajri Kayuara menyelenggarakan kegiatan Sharing Session edukatif bertema pola asuh anak di era digital dan pencegahan pergaulan bebas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin siang di Masjid Al-Fajri dan diikuti oleh sekitar 50 ibu-ibu jamaah pengajian yang berasal dari lingkungan sekitar Kelurahan Kayuara.
Majelis Taklim Al-Fajri merupakan majelis taklim binaan Penyuluh Agama Islam, Ustadzah Jannatun Aini, S.Pd.I., M.Pd, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Asosiasi Kemajuan Anak Negeri (AKAN). Dalam kegiatan rutin pengajiannya, Majelis Taklim Al-Fajri selama ini lebih banyak membahas persoalan keagamaan. Namun, pada kesempatan ini, majelis menghadirkan tema yang berbeda sebagai bentuk respons terhadap tantangan sosial yang semakin kompleks di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri ahli yang mengupas tuntas isu krusial dalam keluarga. Pemateri dari komunitas AKAN, yakni Fathul Mundari, S.Pd selaku Ketua Umum AKAN dan Saddam Husin, S.Pd., Gr selaku Wakil Ketua Umum AKAN. Kehadiran kedua narasumber tersebut menjadi wujud nyata kontribusi AKAN dalam mendampingi masyarakat menghadapi tantangan zaman, khususnya dalam bidang pendidikan keluarga dan pembinaan generasi muda.

Pada sesi pertama, Fathul Mundari menyampaikan materi tentang bahaya gadget dan pergaulan bebas. Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari, namun perlu disikapi dengan kebijaksanaan dan pendampingan yang tepat dari orang tua. Menurutnya, gadget telah menjadi bagian dari kehidupan anak sejak usia dini, sehingga peran orang tua dalam mengawasi, membimbing, dan menanamkan nilai-nilai moral menjadi sangat penting.
“Gadget adalah jendela dunia. Jika tidak dibekali dengan pemahaman agama dan pengawasan yang ketat, anak-anak kita rentan terpapar konten negatif yang memicu perilaku pergaulan bebas,” ujar Fathul di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan bahwa tanpa pengawasan yang memadai, anak-anak berisiko terpapar konten negatif yang dapat memengaruhi perilaku, pola pikir, hingga cara mereka bersosialisasi. Oleh karena itu, orang tua perlu memiliki literasi digital yang baik agar mampu menjadi pendamping yang cerdas dan responsif dalam penggunaan teknologi oleh anak.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Saddam Husin yang mengangkat tema komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Ia menekankan bahwa keberhasilan pola asuh tidak hanya ditentukan oleh aturan, tetapi juga oleh kualitas komunikasi dalam keluarga. Orang tua, menurutnya, perlu membangun komunikasi yang empatik, terbuka, dan penuh penghargaan terhadap perasaan anak.
“Banyak konflik antara orang tua dan anak terjadi karena hilangnya komunikasi yang efektif. Kita perlu belajar memvalidasi perasaan anak agar mereka merasa nyaman menjadikan orang tua sebagai tempat bercerita utama, bukan orang lain atau media sosial,” jelas Saddam.
Ia juga menyoroti bahwa banyak permasalahan remaja berawal dari kurangnya ruang dialog dalam keluarga. Ketika anak tidak merasa didengar, mereka cenderung mencari pelarian di luar rumah, termasuk pada lingkungan pergaulan yang tidak sehat dan media sosial. Oleh sebab itu, membangun kedekatan emosional menjadi kunci agar orang tua tetap menjadi tempat terbaik bagi anak untuk berbagi cerita dan mencari solusi.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman seputar tantangan mendidik anak di tengah arus informasi yang begitu deras. Diskusi berjalan hangat dan reflektif, menunjukkan besarnya kebutuhan orang tua akan ruang edukasi yang relevan dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, AKAN menegaskan komitmennya sebagai organisasi yang hadir di tengah masyarakat untuk memperkuat keluarga, membina generasi muda, dan mendorong terciptanya lingkungan sosial yang sehat dan berkarakter. Program edukasi seperti ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan AKAN dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Keren mas Saddam