Ketua dan Wakil Ketua AKAN Ikuti Pelatihan Fasilitator Daerah Pengembangan Kompetensi Guru BK Sumatera Selatan 2025

Ketua dan Wakil Ketua Asosiasi Kemajuan Anak Negeri (AKAN), Fathul Mundhari, S.Pd., AAP., Gr dan Saddam Husin, S.Pd., Gr, berpartisipasi dalam Pelatihan Fasilitator Daerah Program Pengembangan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Provinsi Sumatera Selatan yang diselenggarakan di Kota Palembang pada 23–26 September 2025.

Keterlibatan keduanya menjadi cerminan nyata dari semangat anggota Asosiasi Kemajuan Anak Negeri (AKAN) sebuah komunitas nonformal yang dibentuk sebagai ruang sinergi lintas wilayah bagi para pendidik, pegiat karakter, dan profesional pendidikan dari berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Selatan. AKAN hadir sebagai wadah berbagi ide dan praktik baik untuk mendukung terbentuknya generasi muda yang berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Meskipun tidak hadir sebagai utusan resmi dari komunitas AKAN, partisipasi Fathul dan Saddam sejalan dengan misi komunitas tersebut dalam memfasilitasi lahirnya pendidik yang berorientasi pada kemajuan pendidikan karakter dan penguatan layanan konseling. Selama pelatihan berlangsung, mereka akan mengikuti rangkaian sesi penguatan kompetensi, termasuk pendalaman materi strategis seperti “7 Jurus BK Hebat”, yang dikembangkan sebagai respons terhadap kompleksitas tantangan layanan Bimbingan dan Konseling di era pendidikan modern.

Fathul Mundhari, yang saat ini bertugas sebagai guru BK di SMP Negeri 1 Lubuklinggau sekaligus perwakilan MGBK SMP Kota Lubuklinggau, dikenal sebagai sosok inovatif yang karena pendekatan konseling yang berfokus pada pemetaan kebutuhan siswa serta pengembangan model layanan yang responsif dan inklusif. Dengan latar belakang kepemimpinan di berbagai forum guru, ia berkomitmen untuk membawa hasil pelatihan ini ke ranah yang lebih luas, sebagai bagian dari ikhtiarnya membina ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berdaya, tidak hanya di satuan pendidikan tempatnya mengajar, tetapi juga dalam penguatan kapasitas guru BK di wilayahnya.

Sementara itu, Saddam Husin, guru BK di SMA Negeri Rupit sekaligus Ketua MGBK SMA/SMK Kabupaten Musi Rawas Utara, dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong penguatan peran Bimbingan dan Konseling dalam pendidikan karakter. Kiprahnya yang aktif dalam berbagai forum profesional menunjukkan komitmen mendalam terhadap pengembangan kapasitas guru BK, serta upaya membangun ekosistem sekolah yang berpihak pada pertumbuhan psikologis dan moral peserta didik. Dengan pengalaman yang luas dan jejaring yang kuat, ia berperan strategis dalam mendorong lahirnya praktik-praktik konseling yang adaptif dan berkelanjutan di tingkat lokal maupun regional.

Kehadiran dua figur inspiratif ini di forum pelatihan menunjukkan bahwa perubahan dalam dunia pendidikan tidak hanya lahir dari kebijakan struktural, tetapi juga dari gerakan akar rumput yang digerakkan oleh pendidik-pendidik yang reflektif, adaptif, dan berkomitmen pada kemajuan bersama.

Melalui pelatihan ini, Fathul dan Saddam diharapkan tidak hanya memperkuat kompetensi mereka sebagai fasilitator daerah, tetapi juga memperluas pengaruh positifnya dalam memotivasi dan mendampingi guru-guru BK lain di Sumatera Selatan. Dengan semangat berbagi, pengalaman lapangan, serta jejaring kolaboratif yang terus berkembang, mereka siap menjadi agen transformasi layanan Bimbingan dan Konseling yang lebih humanistik, strategis, dan solutif bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top