Ketua AKAN Fathul Mudhari Isi Tarhib Ramadan di Universitas Bina Insan: Ramadan sebagai Momentum Refleksi di Tengah Distraksi Zaman

Lubuklinggau, Sabtu 14 Februari 2026 — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Universitas Bina Insan (UNIBI) menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang berlangsung di Aula Mini Kampus B mulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang Zuhur. Kegiatan ini menghadirkan Ketua AKAN, Fathul Mudhari, S.Pd., Gr, sebagai pemateri utama dengan tema “Ketika Dunia Penuh Distraksi, Ramadhan Hadir Membawa Refleksi.” Kehadiran beliau menjadi daya tarik tersendiri bagi civitas akademika, mengingat kapasitasnya sebagai pendidik sekaligus tokoh yang aktif dalam pembinaan keagamaan. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat bersama dalam menyongsong bulan penuh berkah.

Dalam pemaparannya, Fathul Mudhari menyoroti realitas kehidupan modern yang sarat dengan distraksi. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi kerap membuat manusia kehilangan fokus pada tujuan hidup yang hakiki. Distraksi digital, budaya instan, serta lemahnya kontrol diri menjadi tantangan serius bagi generasi muda. Dalam konteks inilah, Ramadan hadir sebagai momentum refleksi yang menawarkan jeda spiritual, ruang perenungan, dan kesempatan untuk memperbaiki kualitas diri. Puasa, menurutnya, bukan hanya ibadah fisik, tetapi proses pendidikan ruhani yang melatih kesabaran, pengendalian hawa nafsu, serta penguatan integritas moral.

Lebih lanjut, ia menguraikan keutamaan Ramadan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an yang menjadi petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang salah. Spirit Nuzulul Qur’an mengandung pesan agar umat Islam kembali menjadikan wahyu sebagai pedoman dalam menghadapi kompleksitas zaman. Ia juga menekankan bahwa Ramadan adalah bulan kesabaran dan ketakwaan, di mana pintu-pintu surga dibuka dan peluang kebaikan dilipatgandakan. Dengan bahasa yang intelektual namun komunikatif, ia mengajak peserta untuk tidak sekadar menjalani Ramadan sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai momentum transformasi pribadi dan sosial.

Sesi dialog yang berlangsung setelah penyampaian materi semakin memperkaya suasana. Peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan, menciptakan diskusi yang hidup dan reflektif. Fathul Mudhari menunjukkan sikap terbuka dan hangat dalam merespons setiap pertanyaan, sehingga suasana terasa akrab dan inklusif. Pendekatan yang membumi tersebut menegaskan bahwa dakwah tidak harus berjarak, melainkan dapat hadir dengan cara yang rasional, kontekstual, dan menyentuh realitas kehidupan mahasiswa.

Kegiatan Tarhib Ramadan ini menjadi penegasan bahwa di tengah dunia yang penuh distraksi, selalu ada ruang untuk kembali pada nilai-nilai ilahiah. Semangat kebersamaan semakin terasa saat acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama, mempererat ukhuwah antara pemateri dan peserta. Kehadiran AKAN melalui sosok ketuanya menunjukkan komitmen untuk terus membaur dengan masyarakat dan kalangan akademik, menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran spiritual serta menghadirkan Ramadan sebagai momentum refleksi dan perubahan yang nyata.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top