Fathul Mundhari Buka Pelaksanaan Pawai Obor Irmas Khoirussa’adah Sambut Ramadhan 1447 H

Lubuklinggau, Selasa 17 Februari 2026 — Suasana malam di Perumnas Taba Lestari tampak semarak dan penuh antusiasme saat Irmas Khoirussa’adah menggelar kegiatan Pawai Obor dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa malam tersebut secara resmi dibuka oleh Fathul Mundhari, S.Pd., selaku Ketua AKAN sekaligus Pembina Irmas Khoirussa’adah. Kehadiran beliau menambah semangat para peserta yang didominasi oleh remaja, anak-anak, serta masyarakat sekitar yang turut memeriahkan syiar menyambut bulan penuh berkah.

Dalam sambutannya, Fathul Mundhari menyampaikan bahwa pawai obor bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan simbol semangat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh kegembiraan. Obor yang menyala, menurutnya, melambangkan cahaya iman yang harus terus dijaga dan diperkuat dalam diri setiap Muslim. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai waktu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Pawai obor berlangsung tertib dan penuh keceriaan. Para peserta berjalan menyusuri lingkungan sekitar sambil melantunkan shalawat dan takbir, menciptakan suasana religius yang hangat. Cahaya obor yang berderet menerangi malam menjadi gambaran semangat kolektif masyarakat dalam menyambut Ramadhan. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi generasi muda agar tumbuh dengan nilai-nilai kebersamaan, disiplin, serta kecintaan terhadap syiar Islam.

Fathul Mundhari juga menegaskan pentingnya peran remaja masjid dalam menjaga tradisi positif yang sarat nilai edukatif dan spiritual. Menurutnya, Irmas Khoirussa’adah telah menunjukkan komitmen dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna. Ramadhan, katanya, harus disambut bukan hanya dengan euforia, tetapi dengan kesiapan mental dan spiritual agar mampu menjalani ibadah dengan optimal.

Kegiatan pawai obor ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar Ramadhan 1447 H membawa keberkahan, kedamaian, dan peningkatan ketakwaan bagi seluruh masyarakat. Momentum ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pembina dan generasi muda mampu menghadirkan kegiatan yang membangun semangat religius sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menyongsong bulan suci yang penuh rahmat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top